“Life is not advancement. It is growth. It does not move upward, but expands outward, in all directions.” (Russell G. Alexander , Father, Human Being, Recovering Philosopher, 1954)
Kalimat diatas sangat menarik jika kita ingin berbicara tentang pertumbuhan diri (Personal Growth), karena pertumbuhan diri hakekatnya adalah sebuah pengembangan kualitas hidup dalam semua aspek yang saling terkait satu dengan yang lainnya. Pertumbuhan di satu aspek hidup, akan mendorong pertumbuhan di aspek yang lain. Karena itu pertumbuhan diri haruslah dipahami dan dihayati sebagai sebuah hidup yang ter-integrasi. Bukan terpisah-pisah.
Manusia harus berkembang dan bertumbuh. Kapabilitas dan kapasitasnya harus terus-menerus diasah untuk membuatnya mampu memberdayakan kehidupannya dan alam sekitarnya menjadi berkualitas.
Alkitab mengajarkan beberapa prinsip penting tentang filosofi dan landasan dalam proses pertumbuhan diri. Pertama, bahwa pertumbuhan diri itu adalah sebuah proses transformasi hidup. Roma 12 menjelaskan tentang panggilan untuk perubahan melalui pembaharuan akal budi dan pikiran sehingga manusia mempunyai kapabilitas untuk membedakan hal yang benar dan tidak benar, baik dan tidak baik. Transformasi yang dimaksudkan haruslah mendorong perubahan kualitas hidup manusia.





