Saya ingin berbagi tentang tips jika kehilangan anak di tempat ramai. Ini dari pengalaman yang diperoleh anak saya yang masih berusia delapan setengah tahun, ketika terhilang di tempat yang masih asing dan penuh keramaian. Jelas bahwa kita tentu tidak menginginkan kejadian anak kita terhilang dan terpisah dari kita, apalagi jika tempat itu sangat asing karena bahasa yang berbeda. Tetapi itulah yang dialami anak perempuan saya ketika terhilang di suatu tempat keramaian di Singapura.
Pertama, kita harus antisipatif terhadap kemungkinan anak kita terpisah suatu ketika dalam kejadian yang tidak terduga. Antisipasi apa yang bisa dilakukan? Pelajaran penting yang harus diajarkan dengan baik kepada anak kita adalah: mengingat nama orang tuanya secara lengkap, mengingat nomor telepon dan alamat rumahnya. Jangan menyepelekan hal ini. Ketika anak saya terhilang di singapura itulah, daya ingatnya akan nama orang tua dan nomor teleponnya sangat membantu ketika ia ditemukan oleh petugas setempat.
Kedua, jika anda bermaksud pergi ke LN pastikan anak anda menguasai percakapan sederhana dalam bahasa Inggris yang membantunya jika ia perlu bantuan kepada orang lain. Misalkan: “Can you speak Bahasa Indonesia?”, “Can you help me to contact my daddy?” dan seterusnya. Percakapan-percakapan itulah yang dilakukan anak perempuan saya, ketika ia menyadari bahwa ia telah terhilang dari saudara-saudaranya. Ia melakukannya kepada beberapa orang yang ditemuinya di jalan dengan harapan ada yang bisa membantunya menemukan orang tuanya.
Ketiga, ajarkan kepada anak untuk mencari bantuan kepada aparat yang ada di sekitar lokasinya. Bisa satpam, polisi, petugas gedung atau petugas apapun yang memakai seragam. Hal ini akan membantu karena petugas-petugas itu tahu kemana harus berkoordinasi. Anak perempuan saya juga pernah melakukan hal tersebut ketika suatu saat terpisah dari saya.
Keempat, ajarkan kepada anak untuk tidak panik dan melatihnya untuk bisa mencari bantuan kepada orang lain yang bisa dipercaya
Kelima, sebagai orang tua jangan ikutan panik, tetapi ingat kembali apa yang pernah anda ajarkan kepada anak-anak anda tentang hal-hal yang perlu dilakukannya ketika terhilang dan terpisah dari orang tua atau saudara-saudaranya. Kalau kita mengingat apa yang pernah kita ajarkan, maka kita akan mengerti berbagai kemungkinan dimana kita bisa menemukan anak kita tersebut. Saya dikontak oleh petugas keamanan di Singapore dan diberitahu bahwa mereka menemukan anak saya yang meminta bantuan untuk bisa menghubungi saya.
Keenam, kalau anda sudah menemukan anak anda, peluklah dan jangan memarahi sedikitpun. Saya sadar meskipun ia kelihatan tenang, sesungguhnya anak saya mengalami kegoncangan psikologi dan traumatis karena pengalaman itu. Dampingi terus dan yakinkan bahwa kita akan selalu bersamanya dan menyayanginya. Perlu berminggu-minggu sejak saya menjemputnya, untuk bisa mengembalikan rasa percaya diri anak saya jika ia ingin bepergian.
Semoga tip-tip ini membantu siapa saja untuk mempersiapkan diri jika ada kejadian tidak terduga yang menimpa salah satu anggota keluarga kita.











