Waktu

time.jpg

“Making the most of every opportunity, because the days are evil”

Ada beberapa pendapat tentang konsep waktu yang berkaitan dengan sebuah peristiwa dalam kehidupan manusia.

Pertama, waktu itu berputar (cycle) atau “l’histoire se repete” — setiap kejadian atau peristiwa akan selalu berulang pada saat sekarang atau kedepan. Peristiwa alam seperti pergerakan matahari terbit sampai terbenam adalah salah satu peristiwa yang selalu berulang, walaupun lintasan orbit nya bisa jadi tidak sama persis. Dalam pandangan ini, manusia hanya mengulangi kejadian  atau peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau, walaupun ada perbedaan dalam situasinya. Apa yang pernah terjadi di masa lampau, akan terjadi di masa depan dengan bentuk yang (mungkin) berbeda.

Kedua, waktu itu terjadi sekali dan tidak berulang atau “Geshichte ist einmalig”. Sehingga setiap peristiwa hanya terjadi sekali dan tidak berulang dan berbeda dari masa lampau, masa kini, maupun masa mendatang. Perbedaan ini bukan hanya terkait dengan aspek kualitas maupun kuantitas peristiwanya, tetapi juga faktor-faktor yang mempengaruhi peristiwa itu terjadi. Konsep ini juga bisa dimaknai sebagai “waktu adalah kesempatan”. Jika tidak digunakan, kesempatan itu (mungkin) tidak akan datang kembali.

Ketiga, waktu itu linear. Sebuah peristiwa dialirkan dalam bentuk linear yang menuju kepada kesempurnaan. Keterkaitan antar peristiwa dimasa lampau, kini, dan mendatang membentuk sebuah proses kemajuan yang bergerak terus menuju kesempurnaan. Masa depan ditentukan oleh masa lampau dan masa kini. Namun masa depan adalah perbaikan yang lebih baik dan sempurna dari masa lampau dan masa kini.

Keempat, waktu itu seperti spiral. Ada peristiwa yang berulang, namun pengulangan itu bersifat terbatas dan terus mengalir seperti sebuah spiral menuju kepada kemajuan dan kesempurnaan. Konsep ini adalah gabungan dari konsep cycle dan linear. Ada repetisi dalam kehidupan manusia, namun ada proses perubahan dan perbaikan.

Memahami konsep waktu sangat penting dalam kehidupan kita, karena ini akan menentukan bagaimana kita menyikapi dan memaknai sebuah peristiwa dalam kehidupan kita. Kehidupan kita hanya terjadi sekali dalam rentang waktu (kronos) yang sudah ditentukan. Namun demikian dalam waktu kronos tersebut, terdapat banyak waktu kairos (kesempatan) yang harus disikapi oleh kita.

Dalam konteks kairos, memang waktu tidak pernah berulang (cycle). Waktu selalu bergerak maju, dan setiap kesempatan adalah berharga dan tidak akan terulang. Waktu kairos itu bersifat khusus atau ”einmalig”. Kemampuan kita merespon setiap kairos sangat terkait bagaimana kita memahami tujuan dan visi  hidup kita. Jika kita menjadi manusia yang tidak bervisi, maka kairos yang datang kepada kita akan sia-sia, karena kita tidak memiliki kemampuan dan rencana yang cukup memadai untuk meresponinya.

Bukan hanya kehilangan kairos yang berharga, tetapi waktu kronos akan menggilas kehidupan kita jika kita tidak menghadapi, menggunakan, dan memanfaatkan waktu secara bermakna dan berdaya guna. Akhirnya kita hanya punya waktu kronos, tetapi tanpa produktivitas, kualitas, dan keagungan dalam kehidupan kita.

Dalam mendayagunakan waktu kairos, kita memahami bahwa ada perulangan dalam beberapa peristiwa kehidupan kita yang memungkinan kita untuk menyempurnakan setiap langkah, tindakan, dan pikiran kita. Proses penyempurnaan itu merupakan proses peningkatan kompetensi dan kapabilitas kita dalam menghadapi dan mendayagunakan kesempatan yang ada dan kesempatan-kesempatan berikutnya yang akan datang. Inilah proses spiral kehidupan kita.

Bagaimana kita mendayagunakan waktu kairos?

Pertama, kita harus memiliki visi dan tujuan hidup yang jelas. Tanpa visi dan tujuan hidup yang kita tetapkan, kita tidak punya panduan dan arah akan apa yang akan kita capai dan kita tuju dalam kehidupan kita selama waktu kronos yang kita miliki.

Kedua, kita perlu menjabarkannya dalam rencana kehidupan. Ini adalah sebagai  peta jalan (road map) kehidupan kita. Rencana ini akan membantu kita dalam mempersiapkan kemampuan dan kompetensi yang kita butuhkan ketika kairos itu datang menghampiri kita

Ketiga, bertindaklah sesuai rencana kehidupan yang sudah dibuat. Ini adalah cara untuk mengasah kompetensi pribadi tersebut. Perlu perulangan yang terencana untuk memastikan kompetensi yang kita miliki meningkat dan semakin sempurna.

 

4 Responses to Waktu

  1. Numpang lewat pak Sigit, artikelnya bagus-bagus. mengenai kronos dan kairos, saya cuma bertanya, keberuntungan dan kesialan masuk dimana ya pak. terimakasih.

  2. Pak Singal yang baik,
    apa yang disebut keberuntungan dan kesialan itu sesungguhnya tergantung dari cara pandang kita dalam melihat sebuah peristiwa. jika yang dimaksud kesialan adalah kegagalan, siapa sih diantara kita yang tidak pernah gagal. Apa yang ditengarai sebagai sebuah kesialan mungkin bisa jadi sebenarnya adalah sebuah kesempatan. Yang terpenting adalah sikap kita. Setiap kejadian, apakah itu “kesialan” atau “keberuntungan”, tetap sebuah kairos yang harus kita pelajari, renungkan, dan sikapi secara benar.

  3. konsep waktu ..thanjks…atas catcatabn kecil ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s